Bangun Kekeluargaan di Dalam Komunitas


**Cokro Rutin Helat Kegiatan Bakti Sosial Setiap Bulan

CIREBON– Para penggemar sepeda tua, sudah tidak asing lagi mendengar nama komunitas Cokro. Cokro merupakan kependekan dari Community Onthel Kroya. Cokro merupakan salah satu komunitas pecinta sepeda tua terbesar di Cirebon.
Saat ini, terdapat lebih dari 100 orang yang tergabung dalam Cokro dari beragam kalangan, mulai dari pemuda, guru, petani dan juga anak-anak.
Menurut salah seorang anggota Cokro, Khoirudin (25), banyaknya anggota dikarenakan sistem rekrutmen yang terbuka dan tanpa syarat.
“Di Cokro tak pernah membatasi anggota. Siapapun yang hendak gabung, kami membuka pintu lebar, tak memiliki sepeda pun tak apa,” paparnya kepada wartawan koran ini, kemarin.
Sementara itu, Humas Cokro Taufiq Efendi mengatakan, goes bareng dan bakti sosial (Baksos) menjadi agenda rutin komunitas tersebut. Biasanya, lanjut Taufiq, setiap Minggu pagi mereka melakukan kegiatan goes bareng mengunjungi tempat-tempat wisata atau pun sekadar keliling kota.
Selain itu, lanjut Taufiq, komunitas juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di desa. “Tiap bulan, komunitas Cokro mengadakan kegiatan baksos,” imbuhnya.
Selain itu, komunitas dari Desa Kroya Kabupaten Cirebon itu juga kerap mengikuti even-even lokal dan nasional. Belum lama, Cokro ikut dalam kegiatan Festival Sepeda Onthel Nusantara (FSON) dan Bandung Lautan Onthel. 
Ditambahkan Taufiq, di dalam komunitasnya, selalu dibangun suasana kekeluargaan. Meskipun terdiri dari berbagai latar belakang, sebutnya, namun bisa bersatu dan tak membeda-bedakan.
Adanya komunitas sepeda tua itu, kata Taufiq, juga untuk menambah jaringan, ajang silaturahmi dan sebagai tempat bertukar pikiran. “Intinya dalam komunitas, kami buat kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya.
Dirinya berharap, komunitas tersebut mampu memberikan sumbangsih terhadap perubahan di daerah. Dengan semangat kekeluargaan dan kegiatan positif yang mereka bangun bisa memberikan dampak terhadap komunitas lain. (kim)
FOTO : KIM ABDURROKHIM

Wadah untuk Saling Bertukar Pikiran


CIREBON– Karena memiliki nilai historis dan unik, sepeda onthel banyak digemari oleh semua kalangan.
Tak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Jogaja dan Surabaya yang memiliki komunitas tersebut, di  Cirebon terdapat puluhan komunitas sepeda tua tersebut. Salah satunya,  Community Onthel Kroya atau biasa dikenal dengan sebutan Cokro.
Komunitas yang dididirakan pada bulan Juni 2012 silam tersebut sekarang memiliki banyak anggota. Padahal saat pertama didirikan hanya lima sampai sepuluh orang. Wadah pecinta onthel tersebut pertama kali didirikan oleh Agung.
Lantaran memiliki daya tarik, akhirnya membuat onthel Kroya mampu merekrut lebih dari 100 anggota.
Bahkan di Cirebon sendiri komunitas tersebut menjadi satu-satunya yang memiliki anggota terbanyak. Menurut Humas Cokro, Taufiq Efendi, tujuan adanya komunitas tersebut adalah sebagai tempat mengekspresikan diri dan bertukar pikiran.
“Berawal dari beberapa orang yang memakai pit itu, kemudian bertambah banyak. Menurut kami onthel adalah barang antik, kami tak malu memakainya,” ujarnya saat ditemui Rakcer, kemarin (26/12).
Meskipun untuk mendapatkan sepeda tua tersebut sedikit sulit, tak membuat mereka putus asa. Bahkan, kata dia, anggota komunitas tak keberatan jika harus membeli keluar kota. “Banyak teman-teman yang mencari hingga keluar kota, seperti Jogja. Sudah hobi namanya juga mas,” imbuhnya sambil tersenyum.
Selain itu hal terpenting, ujar Taufiq, saat membeli sepeda tersebut adalah keorisinilannya. “Ini yang sedikit sulit, rangka pit (sepeda) ada yang asli dan aad juga yang tidak. Jika yang sudah paham maka akan bisa membedakannya,” cetusnya.
Namun, kata Taufiq, di dalam komunitas Cokro, tak pernah membeda-bedakan antara sepeda yang asli dan tidak. Banyak dari mereka, kata Taufiq, membeli onderdil di Pasar Palimanan.
Onthel-onthel yang dimiliki anggotanya pun bermacam-macam merek, diantaranya pit produksi Belanda yang bermerek Gazelle dan Fongers. Adapula onthel buatan Inggris seperti, The Humbers serta Raleigh.  (kim)
Powered by Blogger.