Belasan PSK Terjaring

MAJALENGKA - Menjelang bulan suci Ramadhan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Majalengka melakukan penertiban terhadap para penjaja seks, karena berpotensi terhadap ketentraman umum khususnya yang akan mengggangu kekhusyuan ibadah puasa.
Rajia ini dilakukan Rabu malam, sejak pukul 20.00 WIB sampai Kamis (26/1) dini hari. Operasi ini dilakukan dari berbagai titik wilayah. Termasuk wilayah kota Majalengka, utara barat dan selatan.
Kasatpol PP Kabupaten Majalengka, Yusanto Wibowo melalui Kabid Ketentraman Akbar S Harto mengatakan, kegiatan rutin ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan dengan sasaran tempat hiburan malam karaoke dan hotel.
“Hasil rajia di wilayah kota Majalengka kami dapati pasangan muda mudi sedang asik berkaraoke dengan minuman beralkohol golongan B dan langsung di bawa ke kantor untuk diberi pengarahan serta diharuskan menandatangani surat pernyataan,” Ungkap Akbar.
Akbar menuturkan, para muda mudi yang ditemukan sedang berpasangan dan minum minuman keras tersebut, mengaku hanya sedang melepas penat, mengingat akan ada libur panjang yaitu bulan Ramadan.
“Pengakuan mereka karena mau menghadapi bulan puasa itu tidak masuk akal, kalaupun bulan Ramadhan maupun setelah lebaran kami tetap melakukan rajia,” paparnya.
Akbar menuturkan, sedangkan di wilayah utara mereka mendatangi  tempat hiburan malam di salah satu desa di wilayah Kecamatan Palasah, di dapatkan 14 wanita tuna susila sedang mangkal dan langsung diangkut.
“Mereka pun langsung di razia untuk diamankan. Ke 14 PSK tersebut lantas langsung di giring ke kantor Satpol PP untuk diberi pengarahan serta diharuskan membuat surat pernyataan,” jelasnya.
Akbar mengungkapkan, agenda rajia penyakit masyarakat ini selain dibagi ke berbagai wilayah, baik di wilayah kota Majalengka maupun diluar wilayah kota juga dilakukan dengan jadwal dan waktu yang tak daoat ditentukan.
“Dengan waktu dan tempat yang tak bisa ditentukan, kami akan terus menegakkan peraturan,” pungkasnya.

LSM Desak RSUD Gelar Tes Urin

** Rumah Sakit Harus Steril dari Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

MAJALENGKA - Pasca pemecatan 6 karyawan RSUD Majalengka yang diduga positif menggunakan narkoba, sejumlah LSM ramai-ramai meminta dan mendesak pihak rumah sakit untuk melakukan tes urin.
Hal ini tanpa kecuali, guna memastikan lingkungan RSUD steril dari jerat penyalahgunaan narkoba. Sehingga public juga mengetahui secara utuh akan dugaan-dugaan yang ada. 
Diungkapkan Ketua LSM Forum Masyarakat Sehat (Format) Majalengka, Uju Juhara SPd yang meminta kepada pihak Dirut RSUD Majalengka untuk segera melakukan tes urin bagi seluruh karyawanya. Hal ini, kata dia, guna mencegah adanya karyawan di RSUD yang terlibat dengan narkotika,sekaligus untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan para pasien yang dirawat.
“Bagaimana mungkin pelayanan medis bisa dilakukan secara maksimal, baik dan sesuai. Kalau ternyata ada karyawanya yang di duga menggunakan narkoba, masa pasien harus diobati oleh orang yang sakaw atau mabuk narkoba kan gak bener itu,” ucapnya.
Serupa dengan Uju, Ketua YLBKM Majalengka, Dede Aryana SH juga sama meminta dan mendesak agar pelaksanaan tes urin di percepat. Tentunya hal tersebut guna mencegah adanya dugaan karyawan lainya yang terjerat narkoba yang berupaya menghilangkan barang bukti.
“Pelaksanaan tes urin harus segera mungkin dan dilakukan secara serentak tanpa terkecuali,” pintanya.
Bahkan lebih tegas LSM Gerbang Sindangkasih, Fauzi Purnama menuding RSUD Majalengka selama ini justru dijadikan gudang narkoba. Dikatakan dia, seharunya sesuai peran dan fungsinya rumah sakit merupakan tempat untuk merawat dan melakukan tindakan medis guna mengobati orang-orang yang sakit, agar bias sembuh. Namun sayangnya kata dia justru sebaliknya kini RSUD Majalengka tercoreng dengan aksi pemecatan 6 karyawannya yang diduga positif menggunakan Narkoba. Sehingga sebut dia, muncul kesan selama ini RSUD Majalengka kerap dijadikan tempat transaksi maupun pesta narkoba.
“Oleh karena itu kami dari LSM gerbang Sindangkasih, mengeluarkan 4 pernyataan resmi, yang pertama adalah meminta pihak Kejaksaan Negeri Majalengka untuk segera menindak tegas munculnya dugaan korupsi dalam pembangunan RSUD, yang kedua kami meminta semua pegawai di RSUD tidak terkecuali untuk segera dilakukan tes urin dan yang ketiga segera lakukan reformasi birokrasi di lingkungan RSUD dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan yang terakhir kami meminta tangkap dan adili segera oknum RSUD yang menyengsarakan masyarakat,” tegasnya kepada Raja, kemarin (18/1) melalui surat resminya.
Mengenai dugaan korupsi kata dia, pihaknya mengaku mencurigai adanya ketidak beresan dalam kegiatan pembangunan ruangan di RSUD Majalengka senilai Rp 6,7M pada tahun 2014, sehingga sudah sangat layak untuk diselidiki terkait adanya dugaan korupsi tersebut.
Sementara itu sebelumnya, Direktur RSUD Majalengka, Asep Suandi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak merekomendasikan pemecatan, pihaknya hanya mengkonsultasikan kepada pihak BKD supaya pegawai dengan pelanggaran seperti itu disikapi serius. Pihaknya juga membantah dan tidak mau bahwa di RSUD yang dipimpinnya itu, merupakan gerbong narkoba.
"Kami, khususnya saya tidak merekomendasikan pemecatan. Kami hanya melaporkan bahwa ada pegawai yang mengkonsumsi sejenis obat bius, sebetulnya untuk proses pembinaan juga seperti rehabilitasi. Kami tidak mau di cap sebagai gerbong narkoba, kami justru ingin kerjasama dengan kepolisian. Kami pun justru kalau ada pihak kepolisian yang mau menindaklanjuti, kami silakan silakan saja," ungkapnya.
Adapun mengenai pembangunan gedung, kata Asep, hal itu sesuai dengan kesepakatan kontraktor, bahwa bila nanti tidak sesuai dengan perjanjian. Maka uangnya dikembalikan kepada kas negara. Sementara dari sisi pengawasan obat pihak rumah sakit mengklaim sudah sesuai prosedur.
"Mengenai tuduhan korupsi itu kami pun takut diperiksa oleh badan pemeriksa keuangan, kami tidak mau korupsi, makanya kami tetap transparan, tetapi jika ingin melihat DPA anggaran silakan minta izin beliau (Bupati, red) kami belum bisa memberikan data anggaran tersebut. DPA bagian dari pemkab, saya bagian dari pemkab. Kalau misalnya kata beliau tidak bisa, ya mohon maaf, kalau iya silakan, saya pasti menuruti," ujarnya.

Musim Hujan, Paralayang Sepi Pengunjung

MAJALENGKA - Intensitas hujan yang tinggi membuat aktivitas terbang untuk olahraga paralayang di bukit Panten Desa Sidamukti terhenti sementara. Jika dipaksakan, kondisi seperti ini akan terlalu membahayakan nyawa bagi para atlet paralayang.
Selain itu, bukit Panten Sidamukti yang biasanya sering dikunjungi warga lokal maupun pengunjung luar darah, saat ini juga terlihat berkurang. Mengingat, musim hujan menjadi kendala mereka untuk berlibur ke suatu wilayah dengan kontur tanah bebukitan.
Tidak mengherankan jika puncak Panten Sidamukti yang biasanya ramai dikunjungi para remaja pada Sabtu dan Minggu yang ingin melihat pemandangan wilayah Majalengka dari ketinggian, kini terlihat sepi pengunjung.
Salah seorang warga Majalengka, Ipan (32) mengatakan, dirinya cukup sering menginjakkan kaki di puncak Sidamukti untuk melihat atlet paralayang untuk berlatih. Namun hal itu tidak bisa dinikmatinya sekarang ini, mengingat sudah hampir dua bulan tidak ada yang berlatih terbang dengan parasut lebar tersebut.
"Sebetulnya ada dua tujuan dan keuntungan besar ketika orang berkunjung ke puncak Sidamukti ini, yakni menikmati atlet paralayang yang tengah berlatih dan kedua menikmati pemandangan alam wilayah Majalengka di ketinggian. Majalengka dilihat dari puncak Panten ini sungguh mempesona," ungkapnya.
Ipan mengatakan, cuaca setiap hari yang selalu terkadang turun hujan membuat warga terutama para remaja sepertinya enggan untuk datang ke lokasi obyek wisata Paralayang. Apalagi mereka dihantui dengan berita-berita bahwa banyak longsor terjadi. Sehingga, mereka ketakutan jika harus berada di area pegunungan atau perbukitan.
"Saya pun kalau gak ada niatan untuk melihat pemandangan Majalengka dari atas, males untuk datang ke sini. Hanya saja di sini itu sumber inspirasi. Jadinya, meski sekarang pengunjungnya berkurang, hal itu tidak jadi persoalan bagi saya. Saya masih tetap bisa melihat pemandangan yang indah. Adapun jalur jalan cukup aman, sudah diaspal," ungkapnya.
Sementara itu salah seorang atlet wilayah Sumedang yang biasa latihan terbang di bukit Panten Sidamukti, Cecep mengaku bahwa untuk musim hujan ini jika dipaksakan untuk terbang resikonya terlalu berbahaya. Sehingga, dirinya lebih memilih untuk berlibur sementara sampai musim hujannya berhenti atau memasuki musim kemarau.
"Sekarang ini kalau memaksakan terbang juga percuma, terlalu berbahaya, saya memang suka terbang, dengan olahraga paralayang ini membuat saya tertantang, tapi saya juga tak mau mengorbankan nyawa saya hanya untuk terbang memaksakan diri di tengah cuaca yang tidak memungkinkan ini," ungkapnya.

Pasar Ikan Jadi Tempat Senam

SINDANGWANGI - Pasar ikan regional Jawa Barat Desa Lengkong Kulon Kecamatan Sindangwangi setiap Minggu, berubah fungsi menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat setempat. Bahkan setiap Sabtu dan Minggu pagi,  lokasi itu menjadi ramai di padati ratusan  warga untuk berolah raga, apalagi saat ini disetiap akhir pekan itu digekar kegiatan  senam kebugaran, dengan isntruktur dari Cirebon.
Sehingga, tidak heran jika setiap akhir pekan, dihalamam pasar ikan itu menjadi lautan manusia. Terutama kaum hawa yang melakukan senam kecantikan, tidak sedikit kalangan muda mudi dan anak anak juga terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Imron misalnya, pria yang berprofesi sebgai sopir ini mengaku rutin mengantarkan istri dan mengajak anaknya ke lokasi itu setiap hari minggu pagi untuk mengikuti kegiatan olahraga. Dirinya mengaku, cukup senang dengan adanya kegiatan olah raga aerobic dan senam kebugaran yang dikelola pihak rumah makan setempat. Sebab, hal itu sangat membantu warga.
“Ya asik saja, selain jadi ramai, kegiatan ini juga sangat membantu masyarakat untuk berolahraga,” ucapnya.
Hal senada diungkapkan Midaaningsih, mahasiswa yang baru saja diwisuda itu mengatakan, dengan adanya kegiatan senam kebugaran, maka hal tersebut sangat membantu warga dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Ppasalnya sebut gadis jebolan Uswagati Cirebon ini, banyak sekali masyarakat di wilayahnya yang kerap mengabaikan olahraga, padahal olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh.
Salah satu faktor penyebab banyaknya warga yang  terserang penyakit meski usianya masih muda, kata dia salah satunya karena malas berolah raga. Tentunya dengan olahraga sebutnya selain menjadi sehat tubuh akan menjadi kuat  karena peredaran darah akan lancar dan mampu mengurani resiko stres.
“Kesadaran masyarakat dalam berolahraga masaih kurang, apalagi di pedesaan. Berbeda dengan diperkotaan yang sudah banyak lokasi tempat berolahraga dan tempat kebugaran, dan saya rasa dengan kegiatan senam kesehatan yang dilakukan setiap akhir pekan ini sedikitnya akan mampu membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatanya melalui olahraga,” ucapnya. 

HMI Gelar Pelatihan Kader

ARGAPURA – Dalam rangka mencetak kader-kader yang militan, berani menyuarakan kebenaran dan keadilian, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majalengka menggelar Latihan Kader (LK) di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Desa Argalingga Kecamatan Argapura, kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Jejep Palahul Alam meminta agar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus mampu mencetak kader "pemberontak" dalam menyuarakan kedilan dan melawan kebijakan yang tidak pro rakyat. Hal itu ditegaskan dia saat mengisi kegiatan Latihan Kader (LK) HMI Cabang Majalengka, Jejep Falahul Alam saat mengisi materi Manajemen Aksi,.
Dikatakan dia, seharusnya kehadiran mahasiswa bisa memberikan kontribusi positif serta solusi terhadap beragam masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat.
"Mahasiswa harus mampu menjadi penerang di tengah gelap gulitanya himpitan persoalan yang membelit kepentingan umat dan masyarakat," ucapnya.
Oleh karanenaya, sebut dia, mahasiswa harus bergerak cepat melawan ketidakberdayaan masyarakat, meski terkadang diartikan pergerakannya tidak murni.
"Biarkan orang lain menuding negatif, asalkan kita tidak pernah melakukanya. Yang terpenting niati sikap dan tindakan kita itu untuk memperjuangkan hak-hak rakyat yang kerap dianaktirikan," tegasnya. 
Dijelaskan dia, mengapa mahasiswa yang harus melaksanakan unjuk rasa, karena sejarah telah membuktikan berbagai peristiwa besar di dunia termasuk di negeri ini, tidak lepas dari aktor intelektual di belakangnya. Kaum intelektual, kata dia, itu diwakili masyarakat kampus (mahasiswa, red) sering menjadi penggagas utama dalam setiap perubahan yang terjadi dewasa ini.
"Latar belakangan aksi atau demo harus menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, menjawab kegelisahan masyarakat, aspirasi rakyat yang tidak tercapai, musuh bersama, kinerja pemerintah yang lamban dan lain sebagainya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Majalengka, Redy Sugara didampingi Ketua Panitia LK, Ence Pebi Nurul S mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini diikuti sejumlah kampus yang berada di wilayah Majalengka. Mengenai narasumber terdiri dari Koprs Alumni HMI (KAHMI) yang berkompeten dan memiliki keterampilan di bidangnya masing-masing. Sedangkan acara ini berlangsung selama tiga hari dari mulai Kamis- Sabtu (15-17/1/2005).
"LK HMI ini bertujuan untuk menciptakan dan merekrut kader HMI yang berkualitas dan mampu melahirkan kader yang berguna bagi masyarakat banyak," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Ence Pebi Nurul S. Menurut dia, LK HMI ini merupakan salah satu persyaratan untuk masuk menjadi kader HMI. Adapun jenjang karirnya hingga LKI, LK II dan LK-III.
"HMI dari dulu sampai saat ini telah banyak memberikan gerakan perubahan terhadap masyarakat. Sehingga diperlukan adanya pengkaderan baru untuk melanjutkan estafet kepemipinan di masa mendatang," katannya.
Dalam acara tersebut juga turut menjadi narasumber yakni perwakilan Kodim 0617 Majalengka, R.B.Irawan S. Kapten Arh dengan tema sinergitas militer dan masyarakat dalam mempertahankan NKRI. Lalu, Ali S, Ketum Badko HMI (Mission HMI), Redy Sugara, Ketum HMI Cabang Majalengka (karakteristik kepemimpinan Indonesia), Kiki Anwar Baehaqi (Teknik Persidangan), Yoyo Darwoyo (Filsafat Logika), dan lain sebagainya.

Polsek Gowes Kamtibmas

MAJALENGKA – Menindak lanjuti surat perintah Kapolres  Majalengka yang menginginkan agar  persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Majalengka terus ditingkatkan. Sekaligus meminta jajaranya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, melalui program Gowes Kamtimbas. Jajaran Polsek Sukahaji saat ini mulai mengaktifkan patroli kamtimbas dengan menggunakan sepeda, berkeliling kampung, sekaligus melakukan sosialisasi penyadaran tentang hukum dan kriminal.
Kapolres Majalengka, AKBP Suyudi Ario Seto  didampingi Kapolsek Sukahaji, AKP Muhdi  mengatakan, kamtibmas dilingkunganya akan terus dilakukan. Selain itu kata dia, program silaturahmi dengan masyarakat terus ditingkatkan, demi terbangunya sebuah kemitraan yang baik antara polisi dan masyarakat. Melalui kegiatan patroli sepeda, kata dia, diharapkan akan terbentuk jalinan keharmonisan dan kemitraan antara polisi dan masyarakat di Kecamatan Sukahaji.
"Dengan berkeliling  menggunakan sepeda seperti ini, maka selain tubuh jadi sehat, tugas kamtimbas bias dilaksanakan dengan baik dan kedekatan dengan masyarakat akan semakin terbentuk terutama dalam upaya  membangun komunikasi dan kordinasi,” jelasnya.
Pasalnya, kata dia, tugas anggota kepolisian salah satunya adalah jika mendengar ada informasi di lapangan pada saat itu harus segera ditindaklanjuti. Mengingat, kata dia, informasi apapun penting untuk segera ditindaklanjuji.
Hal senada diungkapkan Brigadir Durahman, yang bertgas melakukan Gowes Kamtibmas dengan berkeliling kesejumlah pelosok di Kecamatan Sukahaji menggunakan sepedanya. Dirinya mengatakan, dengan pola itu maka pihaknya bias lebih dekat lagi dengan masyarakat dan mampu menyerap informasi atau aspirasu langsung  dari masyarakat.
"Dengan cara seperti ini banyak manfaat yang bias diambil, selain akan terbentuk kemitraan yang lebih baik dengan  masyarakat, dengan bersepeda kita bisa masuk ke jalan-jalan gank yang luput dari patroli mobil." tambahnya.

Jalan Rusak

Jalan Rusak Mengganggu Perekonomian Warga

SUKAHAJI - Rusaknya jalur alternatif Sukahaji-Maja yang kondisinya menyusahkan para pengendara motor dan mobil yang melaluinya, juga ditanggapi oleh pihak Kecamatan. Kerusakan jalan yang terlalu parah saat ini, tentunya akan menggangu kelancaran perekonomian warga di sekitarnya.
Camat Sukahaji Sidharta melalui Sekretaris, Rachman mengatakan, jalur jalan yang rusak tersebut diakuinya sangat mengganggu aktivitas warga terutama untuk sektor perekonomian warga di sekitarnya, sehingga kini semakin terhambat.
"Jalur alternatif ini merupakan jalur yang sering dilalui warga untuk sampai ke wilayah Maja dan Cikjing. Rata-rata warga daerah utara seperti Jatiwangi dan Ligung yang mau ke Maja itu lewat sini. Karena perempatan Sukahaji ini bisa tembus ke Pinang Raja, sehingga bisa lebih cepat sampai untuk sampai tujuan seperti Maja," ujarnya, Minggu (18/1).
Rachman mengatakan, akses jalan yang bagus diakuinya akan sangat membantu kelancaran aktivitas warga terutama untuk sektor perekonomian. Sehingga jika jalan dalam kondisi rusak ini tidak segera diperbaiki, jelas perekonomian warga pun akan sangat terganggu.
"Banyak warga yang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak ini, mereka berharap agar segera diperbaiki. Alasan yang paling masuk akal ya itu masalah untuk peningkatan ekonomi jadinya terhambat. Jalur ini pun selalu dipakai untuk tujuan obyek wisata bukit alam Hejo maupun Green Canyon," ungkapnya.
Rachman mengatakan, jalur Sukahaji-Maja ini menjadi favorit warga karena lebih cepat untuk sampai. Pihaknya membayangkan, apabila nanti berdiri sebuah mall di wilayah jalur itu, kemungkinan jalur alternatif tersebut akan lebih ramai dan akan lebih meningkatkan perekonomian warga.
Sementara itu salah seorang pengendara dari Jatiwangi, Yono mengaku lebih suka menggunakan jalur alternatif Sukahaji-Maja untuk sampai ke pasar Maja atau dengan tujuan Cikijing. Alasannya, jika lewat ke pasar Cigasong akan lebih lama dan memutar.
"Biasanya saya lebih suka lewat jalur Sukahaji-Padahanten-Maja ini. Dulu kan belum parah kerusakannya, tapi sekarang karena jalannya rusak ya terpaksa, saya lebih memilih ke jalur Cigasong-Kawunggirang, karena kualitas aspalnya masih bagus," ujarnya.
Yono mengatakan, kondisi jalan yang rusak ini tentunya membuat warga yang sudah terbiasa lewat jalur alternatif Sukahaji Maja menjadi trauma dan lebih memilih jalur yang lebih bagus meskipun jarak untuk sampai ke tujuan menjadi lebih jauh.
"Berarti bukan hanya saya saja yang sering lewat jalur ini. Selain belum banyak kendaraan yang lewat, menggunakan jalur ini pemandangannya juga oke punya. Tapi karena jalannya rusak parah, banyak warga yang kapok lewat sini," paparnya.

Blok Babakansari Tidak Layak Huni

MAJALENGKA - Berdasarkan hasil penelitian dan kajian dari tim ahli Badan Geologi terhadap pergeseran tanah yang menimpa Blok Babakansari Desa Cibeureum Kecamatan Talaga, mereka menyimpulkan kawasan tersebut tidak layak lagi untuk ditinggali oleh warga apalagi dengan mendirikan rumah-rumah baru.
Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah, H Ade Rachmat Ali  yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, didampingi kepala pelaksana BPBD yang kembali mengunjungi lokasi bencana, akhir pekan lalu.
"Selain 28 rumah yang saat ini sudah terdampak bencana, dan sedang diungsikan ke tempat yang lebih representatif dan terhindar dari ancaman bencana susulan yang diakibatkan fenomena pergerakan tanah tersebut," ujarnya.
Sekda menjelaskan, sesuai kajian Badan Geologi, lahan di Blok Babakan Sari tersebut cukup berpotensi menimbulkan bencana susulan di masa-masa yang akan datang. Sehingga, mau tidak mau warga harus direlokasi ke tempat yang aman. Jika tetap ditinggali akan membahayakan keselamatan warga. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan langkah rekonstruksi pasca bencana dalam bentuk relokasi, jajaran Pemkab, BPBD, Camat sampai Kepala Desa sudah bergerak mencari lahan sebagai tempat relokasi. Lahan tersebut, diperkirakan tidak jauh dari lokasi yang sekarang, sehingga bisa memudahkan warga untuk dibujuk pindah.
Ade mengatakan, sedangkan untuk anggaran relokasinya sendiri, bakal diajukan ke pemerintah pusat, mengingat kebutuhan dana relokasi ini yang cukup besar. Sehingga tidak mungkin kuat dibiayai sendiri melalui APBD daerah. Realisasinya, tentunya menunggu kejelasan anggaran itu sendiri.
"Kami sudah tugaskan kepada BPBD untuk membuat proposal kepada pemerintah pusat untuk membantu penanganan proses relokasi warga ke tempat yang aman. Realisasinya kapan, menunggu ketersediaan lahan dan anggaranya," ujarnya.
Sekda mengimbau, kepada warga agar bisa bekerjasama dengan pemerintah. Ketika lokasi ini dinyatakan tidak aman, sebaiknya mereka sadar akan bahaya dari bencana ini, untuk tidak melakukan aktivitas yang berbahaya seperti menggarap lahan yang statusnya rawan, atau mendiami rumah ketika turun hujan deras.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD, Tatang Rahmat SH menambahkan, saat ini pihaknya sedang membuat proposal untuk diusulkan ke pemerintah pusat terkait bantuan dukungan anggaran untuk relokasi termasuk biaya pembuatan rumah untuk warga yang direlokasi.
"Sejak awal kami telah bergerak cepat sejak, mulai dari evakuasi, tanggap, hingga mengungsikan warga. Untuk proses rekonstruksinya, saat ini proposal sedang dalam pengajuan, mudah-mudahan anggaran dan lokasi relokasi bisa secepatnya terealisasi," pungkasnya.

Premium Menghilang

Jelang Turun Harga, Premium Menghilang
JATIWANGI - Menyusul pengumuman penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk premium sebesar Rp 6.600 dari sebelumnya Rp 7.600 selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu (17-18/1) mendadak sulit didapatkan warga. Bahkan premium ini hampir selalu tidak ada di setiap SPBU di wilayah Majalengka.
Hilangnya stok premium sebagai bahan bakar kendaraan yang disubsidi pemerintah itu, membuat sejumlah pengendara motor dan mobil kesal, sebagian kecil diantara mereka terpaksa beralih ke pertamax.
Warga tidak mengerti tentang kondisi dan situasi yang seperti ini, mengingat bahawa mereka sudah merencanakan akan membeli bensin setelah pemerintah mengumumkan harga baru tersebut. Namun kenyataan di lapangan, BBM jenis premium sulit didapatkan di sejumlah SPBU di wilayah Majalengka.
Salah seorang pengendara, Ridwan mengaku kesal. Karena setiap kali datang ke SPBU petugas pengisian selalu bilang kosong, dan menyarankana untuk beralih ke pertamax, karena stoknya masih banyak. Sedangkan jenis premium stoknya sudah habis.
"Daripada motor saya gak bisa jalan ya terpaksa beli pertamax. Waktu itu harganya masih Rp8.800. Saya belinya Sabtu pagi. Itupun setelah saya mendatangi 3 SPBU di sepanjang jalur Jatiwangi-Palasah," ungkapnya, Minggu (18)/1).
Ridwan mengatakan, kondisi ini berbanding terbalik ketika ada rencana tentang kenaikan harga BBM, yang biasanya warga pada ikutan ngantre di setiap SPBU untuk mendapatkan harga yang murah sebelum diumumkannya kenaikan harga BBM.
"Aneh, padahal seharusnya stoknya masih ada. Toh tetap saja kewenangan harga ada di tangan pemerintah, mau naik atau turun harusnya tetap saja stoknya ada. Ini sepertinya disengaja, karena sudah 3 SPBU saya datangi Premium serempak tidak ada. Bukan apa-apa, motor saya ini sudah tua, ngapain harus pertamax segala," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang petugas SPBU yang ditemui, Ani mengatakan, untuk bahan bakar jenis premium stoknya memang habis dan belum mendapatkan kiriman kembali.  Pihaknya mengaku, tidak tahu menahu terhadap persoalan pengiriman BBM yang sampai sekarang belum sampai.
"Stoknya memang sudah habis mas, dan kita belum menerima kiriman selanjutnya. Adanya paling untuk jenis pertamax, tapi kami hanya menawarkan, beberapa ada yang langsung pergi lagi, sebagaian justru menurut beli Pertamax, katanya daripada mogok. Katanya sih pengiriman nanti Senin," ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan oleh warga di wilayah Jatitujuh Kertajati dan Kadipaten, SPBU yang didatangi warga rata-rata menyatakan bahwa BBM untuk jenis premium stoknya habis. Sehingga sebagain memilih menggunakan pertamax, sebagian lainnya memilih beli ke pengecer.
Warga di wilayah Majalengka Kota pun, ternyata kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis premium termasuk Minggu. Kelangkaan ini sudah dirasakan warga sejak Sabtu, kemarin.
"Saya pun terpaksa beli pertamax karena premiumnya langka," ujar Ani, salah seorang pengendara motor.

PLN Disambangi YLBKM

***YLBKM Datangi PLN Atas Pemadaman Listrik Sepihak

MAJALENGKA - Terkait adanya aksi pemadaman listrik yang terjadi,  kemarin di Majalengka, memicu reaksi keras dari masyarakat selaku konsumen. Pasalnya, akibat pemadaman listrik yang mendadak tersebut, mengakibatkan kerugian yang cukup besar yang dirasakan sejumlah perusahaan dan industri di kota angin Majalengka. Bahkan, pengaduan maupun keluhan tersebut juga sempat disampaikan ke Yayasan Lembaga Konsumen Majalengka (YLBKM) banyak dari para konsumen yang merasa dirugikan.
Hal itu diakui oleh Dede Aryana SH, Ketua YLBKM Majalengka, yang mengakui pasca pemadaman listrik yang terjadi, pihaknya kebanjiran pengaduan dari para konsumen. Sehingga, untuk mengetahui sejauh mana penyebab dan alasan pemadaman listrik, kata dia pihaknya langsung melakukan klarifikasi mengenai persoalan tersebut.
Dikatakan dia, listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, sehingga tidak heran jika banyak warga yang kecewa maupun merasa terganggu dan merugi saat terjadinya pemadaman listrik.  Selain itu, para konsumen juga berhak memeprtanyakan hal itu karena mereka selama ini membayar  biaya listrik. Apalagi, kata dia, saat ada konsumen yang telat bayar, maka tindakan tegas termasuk pemutusan aliran kerap di lakukan PLN. Sehingga wajar saja, kalau konsumen juga ingin mempertanyakan kenapa listrik tersebut padam.
“Intinya sih, ingin mengklarifikasi saja penyebab pemadaman listrik yang terjadi kemarin oleh PLN. Sebab, sejauh ini banyak konsumen yang mengadu kepada kami. Baik yang merasa tidak nyaman ataupun merugi akibat pemadaman listrik itu,” ucapnya saat ditemui sesaat sebelum melakukan pertemuan dengan pihak PLN Majalengka.
Namun, sayangnya tidak banyak informasi yang bisa diperoleh dari pertemuan tersebut. Sebab, hingga berita ini ditulis pertemuan masih berjalan.

Pilih Pakaian Khas Simbar Kencana

MAJALENGKA - Mojang Majalengka yang menjadi tamu Wanoja kali ini adalah dara cantik kelahiran  1 September  1988  yang memiliki nama lengkap Deawati, yang memiliki hobi modeling dan menggemari pakaian khas Majalengka Simbar Kencana. Bahkan akibat kecintaanya terhadap pakaian pengantin khas Majalengka yang baru saja di lounching oleh Bupati Majalengka tersbut, dirinya rela untuk selalu mengenakannya.
Putri pasangan Dede Sunarya dan Popi Sri Sopiati ini rela menjadi  model pengantin khas Majalengka saat tampil di Bandung dalam sebuah acara lomba busana pengantin. Lebih lanjut sambung gadis asal Majalengka jebolan STIEB Bandung yang kini bekerja sebagai karyawati Bank ternama di Kota Bandung  itu mengatakan, jika dirinya terjun dan mulai menyukai dunia modeling sejak masa  kuliah dari mulai semester pertama  hingga menjelang semester akhir. Dimana dirinya terus menggeluti dunia  cat walk tersbeut. Padahal kata dia, awalnya ia hanya iseng dan coba-coba namun ternyata di dunia modeling memiliki keunikan dan tantangan tersendiri yang kemudian menjadikanya sebuah hobbi.
“Awalnya saya tidak bisa membayangkan jika dunia model itu bisa menarik bahkan bisa menghasilkan uang. Sekarang ternyata setelah ditekuni hasilnya cukup lumayan, dari awalnya hanya sebatas hobi kini saya sudah bisa merambah ke dunia iklan,” jelasnya.
Diakui dia, sejumlah pengalaman model sudah dilakukan diantaranya model foto hunting Komunitas fotografer PAF acara Under Water, Bandung, model foto unting komunitas foto acara ulang tahun  Brotherhood Bandung, model foto hunting, Sekolah Foto Tjap  Budhi Ipoeng, model harajuku by Rudy Hadisoewarno juara terfavorit Indonesia di Jakarta dan model simbar kencana pakaian pengantin tradisional khas Majalengka  ekspo kursus bidang PNF Dinas Pendidikan Majalengka di Bandung.
“Selain itu, saya juga sempat jadi model iklan factory outlet grande di Dago-Bandung, model iklan Tas Garuci, Cibaduyut-Bandung, model majalah Javawedding edisi IV 2010, Bandung dan yang paling menarik adalah saat menjadi bintang    Iklan Tv nasional untuk model sepatu Finoti,” terangnya.
Lebih lanjut gadis manis asal Kota Angin ini, mengaku sangat kagum dengan kepesatan dunia seni termasuk tata rias kecantikan dan desain pakaian pengantin asal Majalengka yang diberi nama Simbar Kencana tersebut. Pasalnya, kata dia, desain model Simbar Kencana memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, selain sangat khas Majalengka dan pasundaan tersebut desainya cukupg glamor sehingga sangat cocok untuk dikenakan dalam pesta pernikahan.

RSUD Bantah Ada Gerbong Narkoba

*** 6 Orang PNS Dipecat Resmi Karena Mengaku Konsumsi Obat Bius

MAJALENGKA -  Adanya pemecatan terhadap 6 perawat yang berstatus PNS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka yang diduga karena mengkonsumsi sejenis obat bius untuk medis yang bernama Petidin langsung direspon oleh LSM Gerbang Sindangkasih.
Mereka menilai pemecatan tersebut tidak sesuai dengan prosedur. Mereka pun menilai, terungkapnya pengguna narkoba di gedung RSUD Majalengka tersebut kuat dugaan bahwa memang di gedung tersebut merupakan gerbong narkoba.
Selama dua hari sempat menjadi perbincangan yang ramai di tengah masyarakat, bahkan LSM Gerbang Sindangkasih yang mengadakan audiensi langsung dengan direktur RSUD. Mereka menuding ada gerbong narkoba di gedung perusahaan daerah tersebut.
Kordinator LSM Gerbang Sindangkasih, Fauzi Purnama mengatakan, ada dugaan  gerbong narkoba di rumah sakit ini. Pihaknya juga segera melaporkan ke pihak yang berwajib untuk menyelidiki sirkulasi transaksi narkoba di gedung tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan laporan tembusan ke pihak kepolisian maupun Kejaksaan.
Fauzi menambahkan, terhadap tahapan prosedur pemecatan prosedur tetap harus ditempuh secara mekanisme dan aturan sehingga lantas tidak langsung asal pecat. Pihaknya menuding ada rekomendasi khusus pemecatan langsung dari direktur utama RSUD.
"Kami menduga di sini merupakan gerbong narkoba, untuk itu kami melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian dan kejaksaan. Untuk rekomendasi pemecatan, kami sayangkan kenapa bapak, dengan cara memecat langsung itu salah satu kesalahan, sudah pasti timbul dendam. Dampak dari pemecatan ini pun publik jadi gelisah," ungkapnya.
Sementara itu Direktur RSUD Majalengka, Asep Suandi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak merekomendasikan pemecatan, pihaknya hanya mengkonsultasikan kepada pihak BKD supaya pegawai dengan pelanggaran seperti itu disikapi serius. Pihaknya juga membantah dan tidak mau bahwa di RSUD yang dipimpinnya itu, merupakan gerbong narkoba.
"Kami, khususnya saya tidak merekomendasikan pemecatan. Kami hanya melaporkan bahwa ada pegawai yang mengkonsumsi sejenis obat bius, sebetulnya untuk proses pembinaan juga seperti rehabilitasi. Kami tidak mau di cap sebagai gerbong narkoba, kami justru ingin kerjasama dengan kepolisian. Kami pun justru kalau ada pihak kepolisian yang mau menindaklanjuti, kami silakan silakan saja," ungkapnya.
Aktivis lainnya, menilai bahwa ada korupsi untuk pembangunan gedung yang dinilai dikorupsi oleh pegawai sehingga anggaran tersebut merugikan negara.
Asep pun menjawab, mengenai pembangunan gedung hal itu sesuai dengan kesepakatan kontraktor, bahwa bila nanti tidak sesuai dengan perjanjian, maka uangnya dikembalikan kepada kas negara. Sementara dari sisi pengawasan obat pihak rumah sakit mengklaim sudah sesuai prosedur.
"Mengenai tuduhan korupsi itu kami pun takut diperiksa oleh badan pemeriksa keuangan, kami tidak mau korupsi, makanya kami tetap transparan, tetapi jika ingin melihat DPA anggaran silakan minta izin beliau (Bupati, red) kami belum bisa memberikan data anggaran tersebut. DPA bagian dari pemkab, saya bagian dari pemkab. Kalau misalnya kata beliau tidak bisa, ya mohon maaf, kalau iya silakan, saya pasti menuruti," ujarnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang didapat, ke 6 perawat/pegawai yang dipecat akibat konsumsi narkotika golongan II jenis pethidin yang digunakan dengan cara suntik diantaranya Asep Suhayani, Didi Roasidi, Ocuk Supriatna, Jajang Suteja, Lukman Fachry Kardiana, Alex Berian.
"Ke enamnya mengakui setelah kami tanyai, sebetulnya mereka mau di tes secara procedural. Akan tetapi mereka sudah mengakui lebih dahulu," ujarnya.
Surat pemecatan untuk ke enam PNS tersebut, ditandatangani langsung Bupati Majalengka H Sutrisno pada 30 Desember 2014 lalu, yang diserahkan secara langsung kepada masing-masing pegawai.
Sementara itu Kepala BKD, H Ahmad Sodikin mengatakan pemecatan dilakukan sesuai prosedur dan telah dilakukan sidang pegawai sebagaimana pelanggaran-pelanggaran lainnya.

Waspadai Musim Pancaroba

MAJALENGKA - Memasuki musim pancaroba atau pergantian musim  dari musim panas ke musim hujan, dan cuaca ekstrim. Kini masyarakat tampaknya harus waspada dengan serangan sejumlah penyakit yang bisa menggangu kesehatan, terutama penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit lainnya yang memang mudah terkontaminasi di cuaca yang tidak menentu saat ini.
Demikian seperti yang diungkapkan Pemerhati Kesehatan Masyarakat Majalengka, Lilis Sunarti AKs kepada Raja, kemarin (15/1) dalam salah satu kegiatan sosialisasi kesehatan.
Setidaknya kata dia, ada 10 jenis penyakit yang harus diwaspadai diantaranya adalah penyakit commond coll seperti batuk, pilek dan lainnya serta penyakit kulit akibat adanya iritasi.
”Bisaanya menjelang pergantian musim seperti ini cuaca dan udara memang sedikit ekstrim, dan hal ini sebenarnya sangat berbahaya. Karena bisa berpotensi menimbulkan penyakit, terutama penyakit Ispa,” jelasnya.
Perkembangan penyebaran penyakit memasuki musim pancaroba, tampaknya mulai dirasakan di sejumlah wilayah di Majalengka. Hal itu setidaknya dapat dilihat dari data pasien baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit  di Majalengka yang mengalami peningkatan terutama pasien penderita commond coll.
Di Puskesmas Rajagaluh misalnya saja, berdasarkan data yang brerhasil dihimpun Raja  jumlah penyakin commond coll sempat menempati urutan pertama dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Sesuai data ini  mencapai  420 kaus, disusul pasien penyakit  gastiritis sebanyak  183 kasus dan penyakit  hipertensi  dengan 184 kasus.
Sementara untuk pasien peyakit kulit sendiri,  terdapat  166 pasien dan untuk pasien pengidap penyakit Febris sebanyak  137 kasus disusul kemudian dengan penderita Skyzoprenia sebanyak  104 pasien dan penyakit  Myalgia 70. Sedangkan kasus influenza  tercatat hanya ada 77 pasien, sedangkan untuk kasus penyakit dispepsya menempati urutan terkecil, yakni hanya sekitar 68 kaus saja.

UPK Nasibnya Tidak Jelas

MAJALENGKA - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), kini memang telah dihentikan oleh pemerintah pusat. Namun, keberadaannya menyisakan berbagai persoalan di daerah. Salah satunya, yakni keberadaan Unit Pengelona Kegiatan (UPK) PNPM pun, nasibnya tidak jelas karena menunggu regulasi yang baru.
Sejatinya, UPK pada tiap-tiap Kecamatan sebagai pengelola kegiatan perekonomian di tingkatan masyarakat pedesaan sudah tumbuh berkembang memberikan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat. Bahkan nilai aset yang dikelola 22 UPK di Majalengka tidak kurang dari Rp 50 miliar.
Eks Fasilitator PNPM Pedesaan, U Untamiharja mengatakan, meski program PNPM ini sudah tidak diadakan lagi oleh pemerintah pusat, namun pihaknya berharap agar stakeholder di daerah tetap berkomitmen melanjutkan raihan hasil positif yang sudah ada.
"Khusus untuk UMK mesti terus berlanjut dan berkomitmen memberikan pelayanan pengelolaan dana bergulir kepada masyarakat anggotanya. Mengingat, puluhan masyarakat yang sudah menjadi anggota UPK di masing-masing Desa/Kecamatan yang sudah menjadi kebiasaan mengusulkan kepada UPK dalam membantu peningkatan perekonomianya lewat unit usaha simpan pinjam perempuan maupun unit usaha lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMDPKB) Majalengka, Drs H Eman Suherman MM menyebutkan, hingga saat ini aset yang dikelola UPK di Majalengka dalam bidang pemberdayaan perekonomian masyarakat nilainya kurang lebih mencapai Rp 50, 982 miliar.
"Aset itu terdiri dari dana bergulir yang disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai unit usaha yang dikelola UPK, termasuk taksiran nilai aset gedung bangunan serta perlengkapan sarana prasarana di dalamnya yang dikelola UPK," ujarnya.
Eman mengatakan, untuk UPK masih berjalan, karena di tiap Kecamatan ada BKAD dan komponen kelembagaan lainya. Tapi memang, kedepanya mesti dibuat sebuah regulasi yang menjadi payung hukum UPK agar bisa terus berjalan dan beroperasi mengembangkan usaha yang dikelolanya agar tidak terkatung-katung.
Sementara itu Kabid Kabid Usaha Ekonomi Masyarakat, Drs Andi mengatakan, untuk membuat regulasi payung hukum UPK, bisa dilanjutkan dalam dua opsi, yakni yang pertama dalam bentuk Koperasi atau yang kedua dalam bentuk PT yang mengelola dana simpan pinjam anggota yang sudah berjalan sebelumnya.
"Tentu kami di Kabupaten membuat tim inventarisir LKM secara keseluruhan. Lalu dilihat masing-masing UPK itu cocoknya dijadikan apa sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkunganya masing-masing. Mau dijadikan koperasi atau PT," ungkapnya.
Andi menambahkan, untuk hasil program PNPM dalam bentuk pembangunan infrastruktur di mandiri pedesaan, tinggal dilakukan pemeliharaan oleh tim pemelihara yang sudah ada di Desa-desa yang telah tersentuh program ini. Mengenai total aset PNPM dalam bentuk pembangunan ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
"Hasil program yang sifatya pembangunan infrastruktur, dari mulai program PNPM ini ada, nilainya mungkin sudah puluhan miliar, saya tidak ingat jumlah persisnya. Tahun kemarin  nilainya mencapai Rp 27 miliar untuk wilayah Majalengka," pungkasnya.

Gas Langka

Kelangkaan Gas Merupakan Hukum Pasar
MAJALENGKA - Masih sulitnya gas melon atau gas elpiji ukuran 3 kg di lapangan, juga ikut membuat wakil rakyat serta Kadisperindag Majalengka menanggapinya serius. Mereka menilai, bahwa kelangkaan gas melon di lapangan tidak hanya terjadi di Majalengka saja, akan tetapi cukup merata di wilayah lain juga.
Wakil ketua DPRD dari Fraksi PKB, H Jubaedi mengatakan, bahwa dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut adalah merupakan hukum pasar yang berlaku. Biasanya dalam menghadapi hukum pasar tersebut, negara manapun tidak ada yang berdaya.
"Negara manapun jika menghadapi hukum pasar yang seperti itu tak berdaya menghadapinya. Namun yang menjadi masalah saat ini kenapa suplainya tersendat sendat seperti ini. Hal ini lah yang tentunya menjadi persoalan serius," jelasnya.
Jubaedi mengatakan, hukum pasar yang terjadi dan harga barang yang terjadi sampai melambung itu disebabkan yang punya barang yakni permainan oknum yang punya barang itu.
"Diharapkan ada pemberian kesempatan kepada masyarakat kecil, terlepas dari PNS atau bukannya. Karena dari PNS itu sendiri yang golongan rendah, sehingga tidak sanggup membeli gas elpiji 12 kg," ujarnya.
Lebih lanjut, Jubaedi mengatakan, memgenai larangan kepada para PNS sepertinya harus dipertimbangkan ulang, mengingat tidak semua PNS termasuk pada golongan bergaji tinggi.
"PNS juga tdak semuanya punya gaji yang besar, ada juga PNS yang golongannya rendah. Untuk itu kebijakan tersebut kurang tepat," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Disperindag Majalengka, H Agus Permana menyatakan, bahwa berbicara masalah gas melon yang jadi polemik saat ini sebetulnya, harga Rp 16 ribu itu harga di pangkalan. Jadi, kata dia, masyarakat mendapatkan harga yang bervariatif, dan harga tinggi itu tergantung dari para pengecer.
"Kita sudah dengar pendapat dengan anggota DPRD serta telah dihadirkan dari pertaminanya dan Hiswana Migas, pada intinya masalah gas membuming saat ini merupakan masalah nasional," ujarnya.
Agus mengatakan, kepada masyarakat maupun pengecer untuk tetap menyikapi persoalan gas ini dengan rasa aman dan kondusif.

Hasil Sidak Dewan Masih Disembunyikan

MAJALENGKA - Terungkapnya data terkait adanya dugaan sejumlah perusahaan di Majalengka saat ini, yang belum memiliki izin analisa dampak lingkungan (Amdal) maupun tidak memiliki instalasi pembuangan limbah (IPAL) serta mengabaikan aturan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30% sesuai UU. Seperti yang terkuak dalam rapat dengar pendapat antara DPRD dan BPLH, Memaksa komisi C DPRD Majalengka melakukan insfeksi mendadak (Sidak) kesejumlah perusahaan yang ada di Majalengka.
Sekretaris Komisi C DPRD Majalengka, Ir Carsa Suhenda kepada Raja mengatakan,  pihaknya sengaja melakukan inspeksi mendadak (Sidak), dengan tujuan untuk mengetahui secara langsung  persoalan Amdal, Ipal maupun  RTH dari perusahaan. Dengan dilakukanya sidak, maka kata dia, akan mampu menutup ruang bagi pihak perusahaan yang hendak berlaku curang.
“Sidak ini bertujuan untuk mengetahui  sejauh mana perusahaan di Majalengka menempuh aturann yang benar. Jika ditemukan, maka kami akan meminta pemerintah untuk menertibkan dan mengingatkan, sekaligus menindak tegas jika memang masih membandel,” ucapnya.
Namun sayangnya, Carsa enggan mengatakan hasil sidak itu sendiri, dan berapa perusahaan yang di duga belum mengantongi Amdal, Ipal maupun RTH nya.
“Datanya masih kita kaji mas, belum selesai nantinya hasil sidak ini akan menjadi bahan bagi kami untuk meminta pihak eksekutif bertindak,” tambahnya.
 Asep Saepudin ST, anggota Komisi C DPRD mengakui jika, berdasarkan  hasil penelusuran maupun inspeksi mendadak (Sidak) dan temuan pihaknya. Diketahui masih banyak perusahaan di Majalengka yang mengabaikan Amdal, baik  yang dilakukan perusahaan bersetatus home industri maupun perusahaan besar.  Sehingga, hal itu kata dia, akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Seperti salah satunya perusahaan pengolahan batu, industri celana jeans, jaket kulit, hingga perusahaan bersekala besar lainya  seperti garmen.

BBM Turun Lagi, Banyak SPBU Sepi Pembeli

MAJALENGKA – Menyusul akan diumumkannya kembali penurunan harga BBM oleh pemerintah untuk jenis solar dan premium, menjadikan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Majalengka terlihat lebih sepi dari hari-hari biasanya.
 Seperti tampak pada Salah satu SPBU di wilayah Sinapeul Kecamatan Sindangwangi maupun yang mendekati kawasan kota Majalengka, yakni di kawasan Kelurahan Simpeureum Kecamatan Cigasong, sejak Jumat siang (16/1) sekitar pukul 14.00 WIB, nyaris tidak ada satupun kendaraan yang masuk mengisi bensin solar maupun premium di tempat itu.
 "Kalaupun ada beberapa menit kemudian hanya beberapa unit kendaraan saja. Tidak seperti wakto normal biasanya dimana menjelang akhir pekan, sejumlah SPBU di Majalengka memang cenderung lebih padat dari biasanya," ujar salah seorang warga yang rumahnya dekat dengan SPBU, Yana (30).
Kondisi serupa juga dapat disaksikan di SPBU kawasan Desa Cipinang Kecamatan Rajagaluh. Di lokasi tersebut, pompa pengisian premium khusus sepeda motor yang hanya berjumlah dua pompa, biasanya selalu dipadati pengendara yang ingin mengisi bensin, paling tidak hingga 3-5 baris. Namun, kala itu tampak yang mengisi hanya 1-2 baris saja per pompanya.
Menurunnya animo masyarakat membeli bensin ini, rupanya ada hubungannya dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang ditayangkan secara langsung di hampir seluruh televisi, mengenai turunya harga BBM per Senin (19/1) mendatang.
Ditambah lagi, waktu pengumuman ini memang mendekati akhir pekan. Sehingga, warga yang di akhir pekanya tidak beraktivitas atau tidak bepergian jauh, lebih memilih menunda mengisi bensin kendaraanya ketika harga BBM sudah diberlakukan turun.
Seperti diketahui, pengumuman penurunan harga BBM yang diputuskan Presiden Jokowi tersebut, menjadikan BBM jenis premium yang semula dijual seharga Rp7.600 per liter menjadi Rp6.600 per liter, dan BBM jenis solar Rp7.250 per liter menjadi Rp6.400 per liternya.
Salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Majalengka, Rukmana menuturkan, aktivitasnya sebagai PNS otomatis Sabtu dan Minggu jadwalnya libur. Terlebih lagi, kediamannya dari tempat kerjanya juga hanya berjarak beberapa ratus meter saja. Sehingga, dia memilih untuk tidak mengisi bensin mobilnya menjelang akhir pekan ini, dan menunggu mengisi bensin pada Senin mendatang.
“Daripada ngisi sekarang Rp100 ribu cuma dapet 13 literan, mending nanti Senin aja ngisi bensinya lumayan Rp100 ribu dapet 15 liter lebih. Mudah-mudahan besok dan minggu nggak ada kebutuhan mendesak yang memaksa saya menempuh perjalanan jauh, supaya bensin di mobilnya irit dan masih cukup buat sampai hari senin,” ujarnya.
Penuturan serupa juga diungkapkan Yono. Pekerja lapangan yang setiap harinya mesti berkeliling dengan menggunakan sepeda motor menghabiskan bensin Rp20 ribuan per hari, memilih untuk tidak dulu mengisi bensin sampai diberlakukanya harga baru yang lebih murah seribu rupiah.
Dengan demikian, kata Yana, jika dia membeli bensin pada Senin pagi, maka cost pengeluaran operasional bahan bakar kendaraanya bisa sedikit dihemat. Karena jika selama dua bulan terakhir ini dia mesti menambah cos operasional bahan bakar dari Rp15 ribu per hari menjadi Rp20 ribu per hari, nanti bisa dihemat lagi Rp5 ribu karena di memperkirakan bensin motornya cukup jika hanya diisi bensin Rp15 ribu.
"Ya harus dimenej, bagaimanapun juga pengeluaran sekesil apapun jika itu menyangkut rutinitas, maka hal itu biasanya akan berdampak hebat. Maka saya sudah terbiasa untuk memenej uang, apalagi bensin menyangkut bahan bakar yang setiap hari harus saya beli," pungkasnya.

Seminggu Pupuk Bersubsidi Langka

KERTAJATI - Petani di wilayah Kecamatan Kertajati, Jatitujuh dan Ligung sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Pasalnya, di musim tanam  saat ini sudah waktunya untuk menebar pupuk namun para petani tidak bisa mendapatkan pupuk.
Salah seorang petani di wilayah Kecamatan Kertajati, Udin mengatakan, hal ini sudah berlangsung sejak satu pekan terakhir ini, sewaktu dirinya bersama sejumlah petani lain sudah berencana untuk menebarkan pupuk untuk tanaman padi yang ditanamnya.
"Sekarang ini sudah waktunya untuk menebar pupuk, tapi lagi lagi sulit untuk mendapatkannya, saya sudah mencarinya sampai ke wilayah kecamatan lain hingga perbatasan dan kabupaten lain, namun sampai saat ini sulit untuk mendapatkan pupuk," ungkapnya, Selasa (13/1).
Udin mengatakan, peristiwa ini hampir sama dan kerap terjadi ketika hendak menebar pupuk, namun lagi-lagi pihaknya harus tetap kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Meski ada beberapa petani yang sudah mendapatkan pupuk, namun harganya lumayan tinggi.
"Saya sudah mencari kemana-mana, tapi sampai sekarang belum juga didapatkan, dan hal ini seringkali terjadi ketika musim tanam tepatnya ketika mau menebarkan pupuk," jelasnya.
Petani lainnya di wilayah Kecamatan Ligung, Ujang mengatakan hal yang sama. Dirinya harus mencari ke wilayah kecamatan tetangga. Namun, hingga saaat ini dirinya belum juga mendapatkan pupuk yang biasa ia gunakan untuk mengembangkan tanamannya supaya lebih subur dan tumbuh dengan baik.
"Bagaiman mau maju, bagaimana mau mencukupi kebutuhan pangan, kalau pas waktunya memupuk, pupuk yang seharusnya kami dapatkan sulit untuk didapatkan. Jangan salahkan petani jika nantinya harga beras melambung tinggi," jelasnya.
Ujang mengatakan, dirinya sudah bosan dengan situasi sekarang ini, yang kerap kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Padahal bagi para petani dirinya tidak meminta kebijakan apapun selain kemudahan untuk mendapatkan pupuk sewaktu diperlukan.
"Kami tidak berharap banyak kepada pemerintah, tapi setiap kali kami butuh pupuk, kami selalu kesulitan untuk mendapatkannya, mencarinya sampai ke wilayah luar, tapi tetap juga susah," ujarnya.

Listrik Padam 5 Jam, Aktivitas Lumpuh

MAJALENGKA - Adanya pemadaman aliran listrik oleh PLN, yang terjadi di Majalengka Selasa (13/1) kemarin, hampir 5 jam sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Ternyata sangat menggangu sejumlah sektor, baik pelayanan, pemerintahan, industri maupun transportasi, juga SPBU.
Imbasnya, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak mengisi BBM tidak bisa, sehingga tidak sedikit kendaraan yang terlihat mogok di jalan, dan tentunya hal itu menggangu  sektor transportasi.
Dari pantauan Raja disejumlah SPBU, seperti SPBU Sindangwangi, Rajagaluh, Simpeurem Cigasong, Kota Majalengka, Panyingkiran dan Kadipaten yang terkena imbas pemadaman listrik.  Hampir kesemuanya tidak bisa melayani konsumen, meski sudah banyak warga atau kendaraan yang mengantre. Sebab, mesin pompa BBM tidak bisa dioprasikan akibat padamnya listrik tersebut. Akibatnya, banyak pemilik kendaraan yang memilih putar arah atau memilih mencari penjual bensin eceran untuk mengisi motor agar tidak mogok. Sementara untuk kendaraan roda empat tidak sedikit yang mengejar BBM hingga ke Cirebon atau Sumedang yang memang tidak terjadi pemadaman listrik.
"Iya nih mas, saya udah antre lama, eh giliran mau ngisi ternyata tidak bisa. Katanya sih listriknya mati sehingga mesin pompanya tidak berfungsi.  Mau gimana lagi, mau nungguin gak jelas kapan nyalanya mending cari eceran aja mas,” terang Ucup, warga Sukahaji saat ditemui di sekitar SPBU Simpeureum, kemarin.
Tidak beroperasinya SPBU akibat matinya aliran listrik dibenarkan Adi, petugas di SPBU Simpeurem, yang memilih duduk-duduk bersama petugas lainnya disekitar mesin pompa. Pihaknya juga sambil sesekali memberikan informasi kepada konsumen yang terlanjur datang, dengan mengatakan SPBU tutup sementara karena listriknya padam.
Dikatakan dia, jika aliran listrik padam, maka semua mesin pompa di SPBU akan mati, sebab cara pengoprasioan mesin pompa itu sendiri melalui aliran listrik. Jadi sebutnya, ketika aliran listriknya terputus maka mesin pompa tidak akan bisa berfungsi, termasuk meteran angka hitung untuk pengeluaran BBM juga tidak akan berfungsi.
“Ya, karena aliran listriknya padam, makanya kami terpaksa menutup sementara. Sebab kalau tidak ada aliran listri mesin pompa tidak bisa dioprasikan,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Humas Polres Majalengka, pelayanan untuk membuat kartu Surat Ijin Mengemudi (SIM) juga sempat terhenti karena lampu padam. Beberapa peserta yang sedang foto untuk SIM, harus menunggu antrean cukup lama.
Kondisi ini juga terjadi di jalan raya di jalan KH Abdul Halim mulai dari perempatan Abok, perempatan Mambo, serta pertigaan Tonjong, terlihat mati total. Sehingga, para pengendara motor maupun mobil kesulitan untuk berlalu lintas karena takut tabrakan. Seperti yang dialami oleh Onat, pengendara motor yang rumahnya dekat dengan jalan KH Abdul Halim, meski diakuinya lampu merah kadang memperlambat perjalanannya menuju kantor, namun jika lampu merah tidak jalan, dirinya khawatir juga karena semua kendaraan berjalan tidak teratur.
"Mati lampu sih mati lampu saja, masa ketika mati lampu, lampu merahnya juga ikutan gak berfungsi? Kasian pengendara jadi dibuat bingung. Saya aja hampir tabrakan dengan motor yang mau nyebrang belok kanan, untungnya mereka faham karena lampu merahnya tidak berfungsi," ungkapnya, Selasa (13/1) sekitar pukul 11.00 siang.
Pengendara lainnya, Budi juga mengatakam hal yang sama. Dirinya sempat kebingungan ketika mau menyebrang di pelintasan perempatan jalan Abok atau tepatnya di perempatan Jatisampay, akhirnya dia memilih berhenti karena melihat situasi yang tidak sebagaimana mestinya.
"Tadi saya bingung, ini kan perempatan, biasanya ada lampu merah berhenti. Ini masih saja berseliweran, saya nyari amannya saja lah, saya juga heran kok kenapa lampunya ikutan padam dan tidak berfungsi," ungkapnya.
Pengendara angkot juga dibuat bingung, terutama yang mau menyeberang belok kanan, karena semuanya sama-sama menyebrang, baik di arah kanan maupun kiri melaju, semuanya terlihat tidak beraturan.
Salah seorang sopir angkutan kota, Udi mengatakan, kondisi ini membuatnya semakin bingung bila harus dibiarkan secara terus menerus. Sehingga dia harus ada pengaturan lampu lalu lintas jika alirannya masih harus tergantung pada pasokan listrik.
"Masa setiap kali mati lampu lampu merah jadi ikutan mati, bisa-bisa pengendara yang nantinya jadi korban," ujarnya.
Sementara itu sekitar pukul 13.30 WIB aliran listrik kembali menyala, dan lampu lalu lintas pun kembali normal secara otomatis. Hanya saja seringnya mati lampu ini juga dikeluhkan oleh para instansi maupun warga biasa yang hendak berakitifitas dengan menggunakan listrik.
"Sering sekali mati lampu mas, padahal ini wilayah kota, seharusnya jangan sampai terlalu sering mati lampunya," ujarnya.

Meski Rela Mandi Bergantian


TALAGA - Sudah hampir seminggu para pengungsi bencana alam berada dipengungsian. Begitu juga yang dialami kakek berusia 86 tahun yang bernama Adroni ini, yang harus tidur bertumpuk bersama puluhan warga pengungsi lainnya di Puskesmas Pembantu, blok Babakan Sari Desa Cibeureum Kecamatan Talaga.
Kakek yang yang punya 17 cucu, dari 6 anaknya itu memang tidak terbiasa tidur bertumpuk dengan puluhan warga, ia lebih terbiasa tidur di rumahnya dengan satu anak dan satu cucuny. Namun ia terpaksa harus betah, karena kondisi rumahnya sudah retak retak dan takut rumahnya runtuh.
"Sudah seminggu di sini, ya betah gak betah, saya sebetulnya gak mau mengungsi , tapi kalau kami terus berada di sana, saya takut juga kalau sewaktu waktu tanahnya bergerak lagi," ungkapnya kepada Raja, kemarin.
Adroni maupun warga pengungsi lainnya, harus berbagi kamar mandi bila mau mandi atau membersihkan diri. Meski ada kamar mandi di Puskesmas pembantu, namun satu kamar mandi tersebut tidak berfungsi dengan baik, Jadinya mereka memanfaatkan kamar mandi milik kober/PAUD dan gedung SD yang berada di sebelahnya.
"Ya kalau mandi harus bergiliran, harus ngantri mas,, sebab kamar mandinya hanya ada dua, yakni di kober dan di gedung SD. Kesulitannya itu waktu hari-hari di jam sekolah karena harus berbenturan dengan anak-anak sekolah. Saya sih berharap kalau memang relokasi ya segera ditempatkan asalkan tempatnya aman dan tidak terkena longsor lagi," ungkapnya.
Lain halnya yang dirasakan Eem, serta ibu-ibu lain yang sama-sama mengungsi di Puskesmas Pembantu ini. Mereka bahkan tengah menyusui anaknya yang baru berusia satu tahun. Kondisi di tempat mengungsi yang harus berbarengan dengan puluhan warga lainnya membuatnya tidak nyaman, sehingga ketika menyusui harus benar-benar ditempat yang tertutup.
"Untungnya ada kamar khusus, jadinya kalau mau menyusui kami harus giliran di kamar itu. Saya berharap kondisi ini segera berakhir," ungkapnya.

Sementara itu terpisah, Kades Cibeureum, Agus Sofar Sodik mengatakan warga pengungsi memang sudah seminggu menempati Puskesmas Pembantu di blok Babakan Sari. Mereka terpaksa memanfaatkan kamar mandi di kober dan di gedung SD.
"Penduduk yang berada di blok Babakan Sari semuanya berjumlah 480 jiwa. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil rekomendasi itu dari tim ahli geologi, jika memang harus pindah semua, kami bersama LPM, camat serta Pemda akan bermusyawarah dan sedang mencari solusi untuk memindahkan, warga ke tempat relokasi," ungkapnya.
Sementara itu salah seorang Kaur Desa setempat, Imanudin Sholeh mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus memantau warganya dan terus meminta warga agar segera menungungsi ke tempat yang aman. Sementara, untuk sampai ke lokasi pergerakan tanah, tidak terlalu jauh dari Puskesmas Pembantu yang jadi tempat pengungsian warga. Rombongan wakil bupati dan pihak BPBD serta para wartawan harus berjalan sekitar 15 menit dengan cara menyusuri jalan-jalan gank yang cukup sempit dan menanjak. Rata-rata rumah yang berada di lokasi pergerakam tanah memang mengalami retak satu sampai tiga senti meter.
Powered by Blogger.