Dua ABG Nyaris Dijadikan PSK

INDRAMAYU - Aksi perdagangan orang trafficking berhasil digagalkan petugas Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu. Kawanan berjumlah 4 orang dari berbagai daerah yang diamankan itu rencananya akan membawa korbannya ke wilayah Sanur, Bali dengan iming-iming gaji besar dan kas bon jutaan rupiah sebelum berangkat.
Pelaku trafficking yang kini mendekam di sel tahanan mapolres tersebut adalah 4 laki-laki berinisial AP alias Candra (45) warga Mangga Besar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, EW alias Edi alia Nyonyo (36) asal Kelurahan Cengkareng, Kecamatan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Sum alias Nana alias Nono (37), warga Kecamatan Bangsi, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan Mul alias Ucok (39) warga Mekar Rahayu, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung.
Sedangkan korbannya adalah End alias Ratna (14) asal Desa/Kecamatan Kedokangabus, Indramayu, dan Nan (25) warga Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya, Subang.
Digagalkannya perdagangan orang ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap sebuah mobil jenis Suzuki APV berplat nomor D 1538 ZK yang melintas di jalan Ahmad Yani Haurgeulis. Mulanya, sejumlah polisi berpakaian preman yang menggunakan sebuah minibus berusaha mengikuti laju mobil tersebut. Tapi kemudian, gelagat mencurigakan semakin mengundang penasaran, karena mobil yang dibuntutinya semakin menambah kecepatan.
Petugas yang sebelumnya sudah menerima laporan bakal ada penjemputan korban trafiking nampaknya tidak mau kehilangan targetnya. Tak ayal aksi saling kejar dua mobil itu tak terelakkan. Hingga di salah satu ruas jalan, masih di wilayah Haurgeulis, polisi berhasil menyalip dan kontan memberhentikannya. Pemeriksaan yang langsung dilakukan itu mendapati sejumlah orang di dalam mobil, 2 diantaranya perempuan.
Dari interogasi, polisi mendapatkan keterangan dari pengemudinya yang menyebutkan rombongan keluarganya dengan tujuan ke Bandung. Hanya saja, satu dari dua perempuan itu mengaku memang akan ke Bandung, tapi kemudian melanjutkan perjalanan ke Bali yang bertujuan bekerja di sebuah kafe. Berdasarkan keterangan berbeda antara pengemudi dan dua perempuan itu, polisi lalu menggiringnya ke mapolres untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Kapolres Indramayu, AKBP Wahyu Bintono melalui Kasatreskrim, AKP Wisnu Perdana Putra didampingi Kanit IV PPA, Aiptu Hj S Dwi Hartati membenarkan pihaknya telah mengamankan 7 orang beserta sebuah mobil. Dari hasil pemeriksaan sementara menyimpulkan, 5 orang laki-laki tersebut merupakan pelaku trafiking yang akan menjual 2 orang korbannya ke sebuah kafe di Bali. “Setelah diamankan saat dalam perjalanan menuju Bandung, selanjutnya kami langsung melakukan pemeriksaan. Kemudian diketahui 5 orang diantaranya kawanan pelaku trafiking, dan 2 perempuan korbannya,” jelasnya kepada sejumlah wartawan, Senin (9/6).
Sementara itu, dihadapan penyidik keempat pelaku melancarkan aksinya dalam menggaet korbannya dengan modus memberikan pinjaman sebesar masing-masing Rp1 juta. Tak hanya itu, iming-iming gaji besar pun ternyata mampu menggaet hati korbannya. Hingga akhirnya pelaku membawa korbannya.
Atas perbuatannya pelaku terancam hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara dengan denda antara Rp120-600 juta. Sangsi itu karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 10 Undang-undang RI Nomor 21/2007 tentang perlindungan anak dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. "Kami masih mengembangkannya, karena kami menduga sudah ada korban yang terlanjur diperdagangkan," tegasnya.

900 Pesera Ikui Tryout SBMPTN

INDRAMAYU - Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Ikatan Mahasiswa Indramayu (HIKMI) menggelar tryout SBMPTN 2015 dalam mempersiapkan lulusan SLTA untuk memasuki jenjang pendidikan pada tingkat perguruan tinggi, Minggu (18/1).
Diikuti 900 peserta, kegiatan yang melibatkan organisasi daerah (orda) dan sejumlah perguruan tinggi itu dipusatkan di GOR Singalodra Sindang, Indramayu.
Ketua pelaksana, Devina Putri Damayanti mengatakan, kegiatan yang bertajuk tryout SBMPTN and schoolarship exhibition transition itu dilaksanakan dalam rangka memberikan bekal pembelajaran kepada siswa SLTA yang akan mengakhiri proses pendidikan dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
"Pesertanya semua dari kelas XII dari berbagai sekolah. Dan dari target 9 peserta bisa tercapai," jelasnya.
Melalui tryout tersebut, lanjunya, peserta diberikan berbagai bekal dan pengetahuan untuk persiapan menempuh proses seleksi masuk pada perguruan tinggi negeri sesuai keinginannya.
Sehingga kemampuan peserta dinilai perlu dipersiapkan untuk menentukan keberhasilan para peserta yang merupakan calon mahasiswa. "Kami berupaya mengedukasi dan meningkatkan kemampuannya agar peserta benar-benar siap mengikuti seleksi sebagai calon mahasiswa," kata dia.
Selain itu, diperkenalkan juga bidang-bidang perkuliahan. Dalam hal ini HIKMI melibatkan 16 orda dan perguruan tinggi untuk menjelaskan secara langsung kepada para pesera tryout.
Pembina HIKMI, H Syamsul Bachri SH MBA menyampaikan, dalam seleksi nanti dibutuhkan penguasaan terhadap bidang studi dasar dan bidang-bidang lainnya sekaligus menentukan program studi yang menjadi pilihannya. "Sukses masuk PTN sudah pasti diharapkan banyak orang. Untuk itu harus mengukur kesiapan, baik mental maupun materi uji. Termasuk juga mengukur tingkat persaingannya," ungkapnya.

BBM Turun

BBM Turun, Harga
Sembako Malah Naik

INDRAMAYU – Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat (16/1) siang, tak membuat harga sembako di pasaran ikut menurun. Bahkan sebaliknya, harga beras malah terus meroket sehingga menyusahkan warga untuk membelinya.
Berdasarkan pantauan Rakcer di Pasar Baru Indramayu, Minggu (18/1), harga beras kualitas I saat ini Rp10 ribu/kg, kualitas II Rp9.800/kg dan kualitas III Rp9.600/kg.
Pada akhir tahun lalu, harga beras kualitas I masih Rp9.500/kg, beras kualitas II Rp9.200/kg dan beras kualitas III Rp9.000/kg.
Harga tersebut berlaku untuk penjualan beras secara karungan. Sedangkan penjualan secara eceran, harga beras untuk kualitas I mencapai Rp10.500/kg. “Harga beras naik karena belum musim panen,” ujar pemilik kios beras Alaydroes, Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan, naiknya harga beras memang tidak terkait dengan harga BBM. Menurutnya, harga beras lebih disebabkan pasokan gabah di tingkat petani. Saat ini, hanya sedikit petani yang masih memiliki simpanan gabah. Mereka hanya bersedia melepas gabahnya dengan harga tinggi.
Wahyudi menyebutkan, harga gabah kering simpan di tingkat petani saat ini berkisar Rp6.500/kg. Tingginya harga gabah tersebut, otomatis membuat harga beras yang dijual pedagang juga menjadi tinggi. “Harga beras baru akan turun kalau sudah memasuki masa panen rendeng,” tegas Wahyudi.
Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada harga telur ayam yang kini mencapai Rp22 ribu/kg. Padahal, tiga hari yang lalu harganya masih Rp21.500/kg. Begitu pula halnya dengan harga daging ayam, yang awalnya Rp27-28 ribu/kg, kini naik menjadi Rp30-32 ribu/kg.
“Kalau telur ayam, harganya terus mengalami kenaikan secara bertahap sejak Tahun Baru kemarin,” kata seorang pedagang di Pasar Baru Indramayu, Ratna.
Ratna menyebutkan, harga telur ayam saat Tahun Baru lalu masih sekitar Rp19 ribu/kg. Namun dalam dua pekan terakhir, harganya terus mengalami kenaikan secara bertahap.
Ratna menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari bandar telur ayam, kenaikan harga tersebut disebabkan berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. Selain faktor cuaca, berkurangnya pasokan juga dikarenakan banyaknya telur yang sengaja ditetaskan menyusul tingginya harga daging ayam. “Katanya telur yang biasanya dijual, sekarang banyak yang sengaja dibuat menetas jadi ayam karena harga daging ayam sedang naik,” tandasnya.

Pedagang Tolak Relokasi Pasar

INDRAMAYU - Asosiasi Paguyuban Pedagang Pasar Jatibarang mengadu ke anggota DPR RI Miryam S Haryani di kantor kuwu jatibarang baru, Minggu (18/1). Mereka mengadu soal relokasi pasar jatibarang yang tak pernah dilibatkan.
Ketua Asosiasi Paguyuban Pedagang Pasar Jatibarang, Wardikin, mengaku gerah karena meskipun dirinya ada wadah pedagang dan dimana didalamnya hingga ratusan orang namun tak pernah dilibatkan dalam upaya relokasi pasar.
"Kita gak pernah diundang sama sekali mas dalam rapat-rapat penentuan dimana didalamnya yakni kepala pasar, Ikatan Pedagang Pasar (IPP), hingga dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag)," keluhnya.
Pihaknya yang secara tegas melancarkan penolakannya akan relokasi pasar dilakukan di blok sojar Desa Bulak Lor Kecamatan Jatibarang pun sudah melayangkan surat tetapi juga tak digubris.
"Kita secara resmi kumpulkan tanda tangan hingga 140 pedagang pasar menolak relokasi ke blok sojar tapi sampai sekarang ga ada kabarnya," keluhnya.
Alasan penolakan dari sebagian pedagang di blok sojar yakni mulai dari posisinya yang lebih kedalam dari pasar sebelumnya, padahal para pembeli sendiri yakni dari wilayah barat. "Lebih jauh mas kalau di sojar, bisa-bisa jadi malah membuat pembeli malas sehingga pasar pun sepi," kata dia dengan penuh kekhawatiran.
Belum lagi kondisi lalu lalang transportasinya, dimana tak ada angkutan umum masuk berikut melewati rel kereta serta juga sempitnya arah lainnya seperti terowongan kereta kebulen dimana truk bongkar muat kesulitan. "Pokoknya ruwed lah mas dan ini harusnya jelas dipertimbangkan," sarannya.
Adapun diluar itu, pihaknya lebih memilih tempat yakni di samping balai desa jatibarang baru dimana lebih strategis. "Jalan gede mas, transportasi banyak terus juga ga lebih jauh kedalam dari pasar sebelumnya yang kebakaran," terangnya.
Pihaknya yang menyerahkan surat penolakannya relokasi di blok sojar kepada anggota DPR RI Komisi 5 itu berharap mampu dilanjutkan demi memperjuangkan aspirasi pedagang yang memiliki kios dan los bukan abal-abal. "Kita semua ini mas tadinya memiliki benar kios dan los bukan yang memang tak punya tadinya maka itu kita seriusi ini jangan sampai pasar jatibarang kedepan benar-benar mati," tegasnya.
Diluar itu, ia berharap juga Diskoperindag segera memperbaiki sementara kios pasar jatibarang yang kebakaran. "Kita kan masih ada yang selamat kiosnya dan tetap jualan, minta tolong ada rehab sementara dulu sambil nunggu relokasi selesai," pintanya.
Sementara Kuwu Jatibarang Baru, Iwan Hikwanto yang mendengar permintaan para pedagang menginginkan relokasi di wilayahnya.
Pihaknya mendukung hal tersebut selama memang jalur itu ditempuh sesuai dengan alur hukum. “Kalau itu baik dan sesuai peraturan mengapa tidak kita mendukung, Pemerintah Desa Jatibarang Baru siap fasilitasi akan relokasi itu," katanya.
Mendengar keluhan dari para pedagang, Anggota DPR Komisi V Miryam S Haryani MSI akan menampung untuk menjadi bahan pertimbangannya yang dimana akan juga disampaikan kepada Bupati dan Dinas terkait.
"Ini permintaan langsung masyarakat yang jelas harus kita tampung dan dari ini kita juga akan sampaikan kepada bupati dan dinas terkait jangan sampai dikesampingkan karena bagaimanapun pasar itu untuk rakyat," tandasnya.

Wiraswasta Dominasi Pekerjaan Para Kuwu

INDRAMAYU - Tingkat pendidikan dan latar belakang 171 kuwu yang dilantik belum lama ini baru bisa diketahui secara keseluruhan. Lulusan SLTA terhitung paling banyak dan latar belakang didominasi oleh wiraswasta.
Data yang diperoleh dari Bagian Otonomi Desa pada Setda Indramau, beragam pendidikan kuwu tercatat ada 8 tingkatan dengan jumlah bervariasi.
Untuk lulusan SLTP ada sebanyak 41 orang, SLTA 84 orang, Diploma III (D3) ada 5 orang, Sarjana Muda 1 orang, Strata I (S1) 19 orang dan Strata II (S2) 1 orang. Bahkan terdapat sejumlah kuwu berhasil terpilih hanya mengandalkan ijazah Paket B sebanyak 15 orang, dan Paket C 5 orang.
Berikunya, latar belakang 171 kuwu tersebut tercatat berasal dari 17 jenis pekerjaan berbeda. Yakni ada 12 pegawai swasta, 117 wiraswasta, 3 pedagang, 9 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 3 ibu rumah tangga (IRT), 5 mantan kuwu, 3 penjabat kuwu, 2 kuwu, 2 pensiunan PNS, 4 petani, 1 karyawan BUMD, 4 pamong desa, 1 anggota TNI, 2 anggota Polri, 1 nelayan, 1 buruh dan 1 sopir.
Terhadap beragam angka pendidikan dan latar bekalang pekerjaan para kuwu itu, pemerinah daerah memandang perlu dilakukanya upaya pembekalan yang sangat intens. Hal ini dinilai penting untuk menunjang kinerja dan pelayanan masyarakat, maupun pelaksanan program pembangunan yang optimal.
Wakil Bupati, Drs H Supendi MSi menegaskan, para kuwu baru harus mendapatkan pembekalan agar memahami dan tidak salah dalam menerapkan kebijakannya di desanya masing-masing.
Upaya itu akan dilakukan secepatnya berkaitan telah dimulainya tugas definitif 171 kuwu tersebut. "171 kuwu yang dilantik hasil Pilwu serentak 2014 itu sangat beragam latar belakangnya. Juga pendidikannya beragam, ada yang kejar paket dan ada yang pendidikan formal dengan berbagai tingkatan. Apalagi mereka harus bisa mempertanggung jawabkan kinerjanya, termasuk pengelolaan anggaran yang sangat riskan," jelasnya.
Bentuk pertanggung jawabannya, lanjut Supendi, diantaranya realisasi program kepada masyarakat, bantuan anggaran pemerintah pusat maupun daerah. Selain itu ada pula yang harus bisa dikelola dengan baik, yakni potensi masyarakat di desanya. "Pendidikan yang tinggi saja belum tentu memahami dan mengerti dalam memanajemen pemerintahan. Apalagi kebijakan yang diterapkan harus bisa diterima oleh semua masyarakatnya, baik yang sebelumnya jadi pendukung maupun pendukung dari kubu lawannya," tegas dia.

Hama Kerdil

Hama Kerdil, Hampa Serang Tanaman Padi

TERISI – Para petani di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, mengeluhkan serangan hama kerdil hampa. Jika dibiarkan, hama tersebut bisa menyebabkan gagal tanam.
Ketua Kelompok Bina Tani Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rusdani, menyatakan, serangan hama kerdil hampa menyerang lahan tanaman padi secara spot-spot. Dalam satu lahan garapan, hama tersebut hanya menyerang sejumlah titik. “Walau hanya spot-spot, tapi kalau dibiarkan bisa meluas,” kata Rusdani, akhir pekan kemarin.
Rusdani mengaku, para petani sudah berusaha membasmi hama tersebut dengan berbagai cara. Namun, hama yang menyerang tanaman padi yang masih muda itu susah untuk dibasmi.
Hama kerdil hampa merupakan virus yang berasal dari sisa lendir wereng cokelat yang hinggap di benih padi. Hama tersebut membuat benih padi menjadi rusak atau mati saat baru disebar.
Terpisah, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, hama kerdil hampa dan keong mas merupakan organisme penganggu tanaman (OPT) yang harus diwaspadai para petani saat ini. Pasalnya, banyak petani yang mengalami keterlambatan tanam di musim rendeng.
“Hama itu suka menyerang tanaman padi yang tergenang air,” katanya.
Dijelaskan, minimnya curah hujan saat awal musim penghujan pada November 2014 lalu, membuat banyak petani yang baru memulai pengolahan lahan pada Desember 2014. Dikhawatirkan, tanaman padi masih berumur muda saat puncak musim hujan mendatang. Dampaknya, tanaman padi akan tergenang air hingga mendatangkan serangan kedua OPT tersebut. “Selain serangan hama, keterlambatan tanam juga dikhawatirkan membuat tanaman padi menjadi mati akibat tergenang banjir,” ungkapnya.
Jika hal itu terjadi, maka para petani harus melakukan penanaman ulang.

11 Mesin Jackpot Disita

11 Mesin Jackpot Disita dari Dua Kecamatan

INDRAMAYU - Belasan mesin ketangkasan atau dikenal dengan sebutan jackpot atau bar-bar yang digunakan untuk perjudian disita polisi dari tiga lokasi di kecamatan berbeda. Pemilinya yang ikut diamankan saat penggerebekan dimintai keterangan untuk mempertanggung jawabkannya.
Penggerebekan yang dilakukan oleh jajaran Unit 1 Satreskrim Polres Indramayu itu berhasil menyita 11 unit mesin ketangkasan. Tempat yang ditengarai dijadikan lokasi perjudian itu terdapat di Blok Ilir, Desa Tamansari dan di Desa Pengauban, Kecamatan Lelea. Serta di Blok Kedung, Desa Legok, Kecamatan Lohbener.
Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko melalui Kasat Reskrim, AKP Wisnu Perdana Purta mengatakan, disitanya belasan unit mesin jackpot tersebut berawal dari laporan keresahan masyarakat karena kerap menimbulkan gangguan ketertiban lingkungan.
Selanjutnya, jajaran Unit 1 yang diperintahkan menindaklanjuti berusaha memastikan kebenaran informasinya. "Kemudian kami melakukan pengintaian aktifitas di tempat-tempat yang disebutkan pelapor," jelasnya didampingi Kanit 1, Aipu Budi Sukardi, Sabu (17/1).
Lokasi pertama yang menjadi target adalah di wilayah Lelea. Tidak tanggung-tangung, dua lokasi digerebek dalam waktu bersamaan.
Beberapa lama kemudian, petugas bergerak ke wilayah Lohbener. Dari ketiga tempat itu, polisi menyita belasan unit mesin jackpot dan mengamankan 3 orang pemilik tempatnya. "Setelah dipastikan langsung dilakukan penggerebekan. Barang bukti dan pemilik tempatnya kami amankan. Ini bersamaan dengan kegiatan pemberantasan penyakit masyarakat," tegasnya.
Dikatakan, tindakan tegas yang dilakukan itu merupakan bagian dari upaya memberantas perjudian.
Karena mesin jackpot merupakan mesin yang dioperasikan dengan menggunakan koin untuk mendapakan sejumlah uang. "Pemasangnya juga menurut pelapor itu sering ada yang usianya masih anak-anak, atau pelajar," sebutnya.
Dengan keberhasilan tersebut, polisi sepertinya belum merasa puas. Untuk itu, tindakan serupa akan terus dilakukan dan tidak memandang siapa pemiliknya.
Sehingga peran aktif masyarakat untuk menyampaikan informasi sangat diharapkan. "Jangan takut untuk melaporkan. Semuanya demi kondusifitas dan ketertiban bersama," tandasnya.

Agenda Pelantikan Kuwu Masih Rahasia

Calwu Terpilih, Minta Dipercepat

INDRAMAYU - Agenda pelantikan 171 calon kuwu (calwu) terpilih hingga kini masih teka-teki, bahkan bisa disebut rahasia. Namun, informasi dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu baru menyatakan pelantikan akan digelar dalam waktu dekat.
Sumber di lingkungan Setda Indramayu mengatakan, proses pelantikan masih dalam tahap diagendakan, tapi dapat dipastikan tidak lama lagi. Sayangnya, untuk kepastian tanggalnya tidak ada satu pun sumber yang mau menyebutkannya.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelantikannya, sekarang saja undangannya belum jadi," tutur seorang pria berseragam Korpri diamini staf salah satu bagian pada Setda Indramayu.
Tidak berbeda dengan jawaban yang dilontarkan anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kuwu (Panwas Pilwu) tingkat Kabupaten Indramayu, Kariman SH.
Ditanya kepastian agenda pelantikan, ia pun mengaku tidak tahu dan bukan bagian dari tugasnya. Hanya saja, saat ditemui kemarin, ia baru saja meminta klarifikasi dari Panitia Pilwu Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel atas aduan yang mempersoalkan satu dari sejumlah ijazah calwu terpilih.
"Tadi saja masih klarifikasi aduan terkait aduan dari Desa Pringgacala. Tapi setelah diklarifikasi ternyata korelasinya ada pada kewenangan Kemenag dan Disdik," paparnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) yang juga calwu incumben terpilih Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, H Tarkani AZ hingga kini masih mencari sumber informasi untuk mengetahui kepastian agenda pelantikan tersebut. Namun, dari sejumlah pejabat yang dikonfirmasi belum ada jawaban kepastiannya. "Kami sebenarnya ingin mengetahui agendanya kapan, tapi belum ada kabar," kata dia.
Padahal, lanjutnya, ia tidak jarang menerima pertanyaan dari calwu terpilih lainnya maupun dari masyarakat. "Kita sering ditanya kapan pelantikannya, tapi yang menanyakan itu beberapa diantaranya menyebutkan waktu perkiraannya. Kami para calwu terpilih sangat berharap pelantikannya dipercepat," ungkapnya.
Di lain pihak, sejumlah calwu tidak terpilih masih mendesak Pilwu serentak diulang karena dianggap cacat hukum dan terjadi banyak pelanggaran. Bahkan ada pula yang menuntut biaya pencalonannya dikembalikan dengan dalih tidak ada regulasi sebagai pijakan calwu menanggung biaya penyelenggaraannya.
Sebelumnya, Wakil Bupati, Drs H Supendi MSi. Disampaikan, para calwu terpilih yang sebelumnya mendesak segera dilaksanakan proses pelantikan diminta untuk bersabar. Karena dalam hal ini pemerintah daerah menggunakan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku untuk memutuskan suatu kebijakan. "Nanti juga dilantik. Untuk ketentuan waktunya sudah ada ketentuan yang mengatur," jelasnya.
Menurutnya, sepanjang proses dan tahapannya diikuti sesuai aturan, maka calwu terpilih tidak perlu melakukan desakan maupun keinginan agar segera dilantik. Jika dilakukan tanpa ada keputusan bupati dan jeda waktu sejak ditetapkannya calwu terpilih oleh panitia pilwu, tentunya akan menyalahi aturan. "Jangan sampai melanggar ketentuan, semuanya ada aturannya," ujarnya.
Powered by Blogger.